Saking bermacam-2 pasal yg tertuang,
kadang-2 bingung sendiri mau mulai dari mana,
Yg jelas sih PP ini ditandatanganin tanggal 20 Desember 2010 berlaku tentu saja sejak tanggal itu juga
cuman di pasal 38, point a. setidaknya memberi ruang, Kontrak yg ditandatangani sebelum 20 Des 2010 tetep berlaku seperti biasa, cuman (di point b) hal-2 yg belum diatur atau belum cukup diatur (ada 8 hal) musti menyesuaikan ke PP ini dalam tenggat waktu 3 bulan
Saya salinkan aja ya dari pasal 38 poin b
1. Besaran bagian penerimaan negara
di pasal 37, ditegesin aja sih, bahwa penerimaan negara mustinya tetep seperti di kontrak, jangan kepengaruh sama perubahan bentuk hukum, domisili, kepemilikan etc. banyak temen ngepermasalahin point ini, tapi otak terbatas saya malah ngeliat ini wajar-2 aja
2. Persyaratan biaya operasi yg dapat dikembalikan dan norma pembebanan biaya operasi
Nahhhh, ini nih yg seru, jadi biar di kontrak PSC appendix C nyebutin (menurut saya sih sebenernya udah jelas), tetep aja pemerintah merasa perlu mempertegas lagi, dan poin-2 mana yg recoverable, ditegesin lagi di banyak pasal nantinya, kayak di pasal 12 (Biaya operasi yg bisa dikembalikan, dan dikasi syarat-2 pula), pasal 18 (iuran pesangon) dan lain-2 lah
3. Biaya operasi yg tidak dapat dikembalikan
kayak negative listnya ESDM cuman rada panjangan lagi heheheheh diterangin di pasal 13, seru lah bagian ini.
4. Penunjukan pihak ketiga yg independen untuk melakukan verifikasi finansial dan teknis
di pasal 36 temen-2 bakal liat ada diatur Menkeu ,dalam keadaan tertentu, berhak menunjuk lembaga kayak gitu sih, kita lihat respon temen-2 BPMIGAS dulu aja, soalnya mereka sih yg biasanya melakukan tugas ini. Please jangan suuzhon dulu, ini bukan berarti BPMIGAS nggak independen lho, terlebih lagi jangan diartikan nggak bisa melakukan verifikasi baik finansail dan teknis. Khusnuzhon nya sih pasal buat jaga-2 kalo terjadi kek LAPINDO itu, biar bisa ngirim tim ngeliat apa yg SEBENERNYA terjadi, (kalo kelihatan).
5. Penerbitan surat ketetapan pajak penghasilan
entahlah, mungkin abis diaudit terus KKKS bakal dapet semacam surat ketetapan ini, sila di refer ke Pasal 25
6. pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor atas barang pada kegiatan eksplorasi dan kegiatan eksploitasi
KKKS bisa rada senyum nih disini, please refer ke pasal 25 ayat 10
7. Pajak penghasilan kontraktor berupa volume minyak bumi dan/atau gas bumi dari bagian kontraktor
Hal baru lagi teman, bahwa kalo Pemerintah membutuhkan MIGAS, pajak penghasilan DAPAT berupa hasil MIGAS itu sendiri (Pasal 33 ayat 2). Wkwkwkk, kita lihat respon KKKS, soalnya Most of them pengennya bawa pulang barang ketimbang uang.
8. Penghasilan di luar kontrak kerjasama berupa uplift dan/atau pengalihan participating interest
Sebelumnya sih gak diatur, sekarang dikenakan pajak final 20% buat uplift misalnya. bagus juga sih buat KKKS, soalnya kalo nggak kena final, ya bakalan kena yg normal kan, which is pstinya lebih besar, sila dilihat-2 lagi di pasal 27 dan 28
Yup sekian dulu Part 1

Leave a comment
Comments feed for this article